Minggu, 23 Desember 2012

Jadikan Jogja sebagai Destinasi Wisata Anak Muda.



Inovasi, kunci memenangkan persaingan industri pariwisata

Mungkin pembaca tak percaya kalau kini pamor Jogja sebagai daerah tujuan wisata utama mulai memudar. Jogja tak lagi menjadi daerah tujuan wisata nomor dua di Indonesia seperti yang selama ini kita pahami. Setidaknya hal ini ditunjukkan oleh sebuah survei yang dilakukan oleh Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) tahun 2012, yang menempatkan Jogja  pada peringkat empat tujuan wisata nasional di belakang Bali, Jakarta, dan Bandung.  

Pastinya hasil penelitian di atas membuat kita semua, terutama para pelaku dan pemerhati pariwisata Jogja, berpikir kembali apa yang kurang dari pariwisata daerah ini. Padahal kita tahu bahwa Jogja memiliki  sederet tempat wisata yang menarik, seperti Keraton, lesehan Malioboro, Candi Prambanan, Gunung Merapi, Gua Cerme, dan pantai-pantai di sepanjang pesisir Gunung Kidul. Setiap tempat wisata ini menawarkan pesona dan suatu pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang mengunjunginya. Fasilitas penunjang  pariwisata, seperti sarana transportasi yang baik, ketersediaan hotel yang memadai, operator tur yang mampu memuaskan keinginan dan harapan pelanggan juga bisa dikatakan telah dipenuhi oleh Jogja.

Gunung Merapi, salah satu ikon pariwisata Jogja.
Sumber: rheerlinda.wordpress.com
Namun di sini, industri pariwisata tak luput juga dari aroma persaingan. Potensi industri ini  sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang strategis semakin dilirik oleh banyak pemerintah-pemerintah daerah di Indonesia. Hal ini jelas tergambar dalam industri pariwisata tanah air yang berkembang pesat di mana daerah-daerah baru muncul sebagai kompetitor yang patut diperhitungkan. Sebut saja, Bangka Belitung (Babel) yang menawarkan wisata bahari dengan laut biru jernih dan pantai berbatu granit raksasa yang tidak ditemukan di daerah lain. Dengan cerdik Pemda Babel menggunakan media film Laskar Pelangi untuk memperkenalkan keindahan alamnya kepada masyarakat Indonesia. Terbukti angka kunjungan wisatawan ke daerah yang dulunya terkenal sebagai penghasil timah ini terus naik. 


Fenomena persaingan pariwisata yang semakin sengit ini harus diwaspadai, bila kita tidak mau angka kunjungan wisatawan ke Jogja melorot karena hal ini akan berdampak pada perekonomian warga. Meskipun pada periode Januari-Juni 2012, sebenarnya ada peningkatan 33,56% jumlah wisatawan mancanegara, yaitu sebanyak 93,219 orang dibanding pada periode yang sama 2011 sebanyak 69.798 orang. Jumlah wisatawan domestik juga melonjak ke angka 1.097.339 orang atau 65, 76% dibanding periode yang sama 2011 yang mencapai 662.339 orang (Data Statistik Pariwisata DIY 2012).

Namun begitu, mengandalkan obyek wisata konvensional seperti yang disebutkan di atas juga akan sulit untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan karena adanya potensi kejenuhan yang bisa saja dialami oleh wisatawan. Merebut pasar baru pun juga butuh biaya yang tak sedikit dan waktu yang lebih lama, karena  harus mengedukasi pasar itu terlebih dahulu. Oleh karena itulah, yang bisa dilakukan untuk memenangkan persaingan itu adalah inovasi pengemasan potensi atau obyek wisata secara unik dan berbeda. Hal ini akan menjadi kekuatan dalam pemasaran pariwisata Jogja.

Siswa-siswi SMP mengunjungi  Candi Prambanan.
Sumber: titamongan.blogspot.com
Pasar wisata untuk kalangan anak muda terbuka lebar melihat Jogja masih sebagai tujuan belajar ratusan ribu mahasiswa dari daerah lain di Indonesia setiap tahunnya. Kunjungan siswa-siswi SD, SMP, dan SMA di masa liburan juga merupakan peluang emas yang dapat dimanfaatkan untuk makin menggairahkan industri pariwisata Jogja. Pemda DIY tak perlu repot-repot mencari wisatawan lewat promosi yang jor-joran karena pasar anak muda telah datang dengan sendirinya. Selain menghemat biaya promosi, faktor ketertarikan awal (early interest) anak muda seperti ini bisa dimanfaatkan untuk mengajak mereka menikmati pengalaman-pengalaman lain yang ditawarkan oleh Jogja.

Kemasan kegiatan wisata berkaca pada hobi dan minat anak muda
Tentunya, anak muda yang datang ke Jogja tersebut membawa hobi, minat dan kegemaran masing-masing. Sebagai pusat seni dan budaya, nilai plus Jogja juga terbangun dari keberadaan berbagai macam komunitas yang ikut menyemarakkan dinamika perekembangan masyarakat Jogja, seperti komunitas sepeda, komunitas fotografi, komunitas artis panggung dan musisi, komunitas graffiti dan mural, dan lain-lain.Tak hanya sebagai wadah minat warga masyarakat Jogja, untuk kepentingan pariwisata, mereka bisa digandeng dalam pembuatan beragam kegiatan wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Lewat berbagai bidang yang digelutinya, kegiatan wisata yang unik dan berbeda dapat diciptakan. Inilah lahan pariwisata baru yang bisa digarap oleh Pemerintah Daerah Yogyakarta.  

Menurut pengamatan penulis, minat dan hobi anak muda yang berkembang saat ini dapat dipetakan menjadi petualangan alam dan budaya; fotografi; hasil industri kreatif, seperti games, animasi, dan custom builder; food  and fashion; dan olah raga alternatif, seperti paint ball. Pembelajaran langsung di lapangan yang diterapkan sekolah-sekolah sebagai tuntutan kurikulum juga bisa dikemas dalam kegiatan wisata yang unik. Melalui pembuatan event, seperti camp, festival, pameran dan kompetisi akan membuat pariwisata Jogja terasa lebih atraktif.  Berikut ini adalah beberapa contoh pengemasan kegiatan wisata yang dapat dibuat untuk target pasar anak muda:

1.    Jogja Science Camp (JSC) di desa wisata
Event yang sering diadakan pada liburan sekolah adalah science camp yang bertujuan untuk mengajak siswa-siswi sekolah belajar IPA melalui berbagai eksperimen lapangan yang menyenangkan. Desa wisata bisa dijadikan alternatif tempat penyelenggaraan event tersebut karena potensi alam yang bisa dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran bagi anak-anak. Mereka bisa mengamati secara langsung flora dan fauna, serta fenomena alam yang ada di suatu desa wisata, seperti karst dan batuan alam lainnya pembentuk suatu bentang geologis. Kategorisasi desa wisata dapat dilakukan untuk menyeleraskan dengan tema science camp, seperti di bawah ini:
a.    Pengamatan burung diselenggarakan di Desa Wisata Ketingan yang menjadi habitat burung Kuntul.
b.    Desa Kebon Agung, dapat dijadikan tempat pembelajaran sistem cocok tanam, dan irigasi  tradisional yang masih diterapkan oleh masyarakat di sana.
c.    Desa Wisata Trumphon, tempat belajar pengembangbiakan tanaman salak yang cocok untuk pembelajaran Biologi.
Kegiatan ini dikombinasikan dengan homestay untuk memperkenalkan siswa pada kehidupan masyarakat desa yang masih terikat dengan alam dan tradisi. Dengan tinggal bersama penduduk lokal, para siswa mendapatkan pengalaman tak terlupakan mengenai suasana desa yang asri serta atmosfir kekeluargaan yang tak mereka temukan di kota. 

Aktivitas membajak sawah bisa disisipkan ke dalam Science Camp di desa wisata.
Sumber: desawisatadijogja.blogspot.com 
Mereka diajak juga untuk melakukan kegiatan lain yang menyenangkan antara lain memetik padi, membajak sawah, menanam padi, memetik sayur, belajar membuat makanan tradisional khas desa, tur desa dengan menaiki gerobak, dan memainkan aneka permainan tradisional anak.

2.   Tur keliling kota Jogja dengan sepeda dalam Nite Ride
Jogja memiliki wadah bagi para pesepeda untuk nge-gowes bersama pada jumat malam minggu terakhir tiap bulannya dalam kegiatan Jogja Last Friday Ride. Berbagai komunitas sepeda, seperti komunitas sepeda antik dan sepeda tinggi ikut memeriahkan acara tersebut. Ada komunitas sepeda yang memakai seragam ala opsir Belanda lengkap dengan topi bulatnya, ada yang berbusana Jawa dengan surjan dan blangkon, atau  ada yang menghias sepedanya dengan tampilan yang tak biasa. 

Night Ride bisa menjadi alternatif wisata yang menarik .
Sumber: flippermagz.com
Aktivitas bersepeda ini bisa dijual sebagai alternatif wisata malam yang menarik bagi wisatawan muda untuk menikmati suasana Jogja dan mengenal keramahan warga Jogja yang tergabung dalam komunitas sepeda.  Kegiatan wisata ini juga merupajan bentuk kampanye sepeda sebagai alat transportasi yang membawa manfaat kesehatan dan lingkungan yang bersih dari polusi.




3.   Petualangan alam bertajuk “Friends of Jogja”
Anak muda identik dengan jiwa berpetualang dan Jogja memiliki banyak hal untuk memuaskan hasrat itu. Alam Jogja dengan kontur dan bentang alam yang bervariasi mulai daerah volcano di Sleman utara, pedesaan yang masih asli di Bantul dan Kulon Progo, hingga daerah karst di Gunung Kidul memiliki daya tarik tersendiri untuk dijelajahi. “Friends of Jogja” mewadahi berbagai kegiatan menjelajah alam Jogja seperti  bersepeda di desa, trekking di Gunung Nglanggeran, lava tour di Merapi, cave tubing di Gua Pindul, susur Gua Cerme, dan camping di pantai Gunung Kidul yang dapat dilakukan oleh para wisatawan muda. Kegiatan ini tak hanya berkutat pada kesenangan saja, tetapi ada misi untuk mengedukasi mereka tentang pentingnya kelestarian alam dengan menyisipkan kegiatan menanam pohon di daerah aliran sungai (DAS) yang dilalui, menanam pohon bakau di daerah pesisir, dan kegiatan membersihkan pantai di area kegiatan wisata bahari yang wisatawan lakukan.

4.   Kompetisi paint ball nasional dan internasional “Jogja Paintball Competition”
Popularitas paint ball semakin naik di tengah-tengah masyarakat kita, terutama bagi kalangan anak muda. Permainan ini pun juga merupakan potensi wisata alternatif  yang dapat ditawarkan oleh Jogja. keunikan situasi dan kontur areal yang dimiliki oleh  daerah ini dapat mengakomodasi kepuasan para penghobi permainan ini. 
Permainan paintball makin digandrungi anak muda.
Sumber: grafikacikole.com
Pemda Jogja atau pihak swasata sebagai bentuk investasi bisa membangun area paintball yang memadai sebagai tempat diselenggarakannya kompetisi paint ball yang berskala nasional maupun internasional. Di akhir kompetisi, para peserta diajak untuk berkeliling menikmati alam dan budaya JogjaDengan strategi pembuatan event paint ball ini diharapkan akan semakin banyak orang yang mengenal Jogja.


5.   Art Invasion, sebuah Ajang belajar Mural dan Graffiti bagi wistawan.

Wisatawan bisa ditantang untuk menunjukkan kreativitasnya dalam membuat grafitti.
Sumber: jefriyuda.wordpress.com
    Jogja tak hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga kota mural dan graffiti. Hal ini terlihat dari banyaknya seni mural dan graffiti yang menghiasi setiap sudut kota, mulai dari dinding bangunan, tembok pagar, hingga tiang jembatan layang tak luput dari sentuhan seni kontemporer tersebut. Setiap malam banyak anak muda yang keluar rumah untuk menggambar mural atau graffiti dengan berbagai style. Kegiatan ini pun dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi suatu alternatif kegiatan wisata malam yang asyik dengan mengajak para wisatawan membuat mural dan graffiti. Seniman asli Jogja bisa didatangkan untuk mengajarkan teknik pembuatan dan menjelaskan perkembangan seni tersebut kepada para wisatawan layaknya pemandu-pemandu wisata yang  bekerja di obyek wisata lainnya. 

    6.   Menyelenggarakan Jogja Youth Festival (JYF)
Jogja dipenuhi anak muda yang menimba ilmu di perguruan-perguruan tinggi yang ada di kota ini dan didatangi oleh banyak anak muda untuk berwisata melalui program studi tour sekolah atau dengan cara bacpaker-an. Untuk mewadahi minat dan ketertarikan mereka, Pemerintah Daerah Jogja dapat menggagas sebuah acara besar yang ditujukan bagi wisatawan atau anak muda bertajuk Jogja Youth Festival, yang dapat meliputi:
a.    Pameran seni hasil karya anak muda dan industri kreatif yang berkembang di Indonesia, seperti custom kendaraan (custom builder), industri fashion, games komputer dan animasi;
b.    Pertemuan para pelaku industri kreatif nusantara.
c.    Konser musik untuk menghibur anak muda dengan suguhan lagu-lagu yang asyik;
d.    Pemutaran film pendek hasil karya sineas muda berbakat.
e.    Pameran bisnis yang dikelola anak muda untuk menginspirasi anak muda lainnya memulai usaha dan mendapatkan wawasan tentang bisnis.
f.     Pasar tiban (flee market) yang menjual produk-produk bagi anak muda, seperti t-shirt, sepatu, jaket, tas, pernak-pernik lainnya khas anak muda dan barang menarik lainnya.
g.    Food festival menyajikan makanan anak muda masa kini dan makanan tadisional sebagai bentuk pengenalan kepada generasi muda.
h.    Kompetisi fashion, games komputer, dan animasi dengan mengundang talenta-talenta muda berbakat dari seluruh wilayah di tanah air.
i.      Karnaval budaya yang diikuti oleh ikatan mahasiswa daerah dari seluruh Indonesia yang sedang menempuh studi di Jogja.
j.     Street art festival yang memamerkan karya mural, graffiti, dan seni instalasi oleh seniman muda Nusantara.

Membangun ketertarikan wistawan muda lewat multi promosi dan paket wisata khusus "Fun with Friends".
Setelah melakukan inovasi dalam pengemasan kegiatan wisata, hal selanjutnya yang harus dipikirkan adalah bagaimana paket-paket wisata itu dikomunikasikan kepada calon wisatawan agar mereka memutuskan untuk berkunjung ke Jogja. Untuk menjaring wisatawan muda, Dinas Pariwisata DIY, selain harus bekerja sama dengan biro wisata dan tour operator, juga  harus mampu membangun jaringan informasi dan komunikasi yang kuat dengan sekolah-sekolah, komunitas-komunitas anak muda, dan organisasi kemahasiswaan di seluruh Indonesia sebagai partner publikasi suatu acara dan pihak yang dapat membantu mendatangkan calon wisatawan. Media promosi pariwisata, seperti poster dan brosur mutlak harus didistribusikan secara reguler ke youth center, perpustakaan, serta tempat lain yang menjadi pusat konsentrasi anak muda .

Promosi yang gencar di web-site, serta jejaring sosial dalam berbagai bentuk perlu ditempuh untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. Jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan blog harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam publikasi event-event wisata dan tempat-tempat wisata, dan menjaga komunikasi dua arah dengan pasar anak muda karena popularitas tiga media ini sangat tinggi di mata mereka. Melalui media jejaring social tersebut, Pemda DIY dapat menggagas beberapa event di bawah ini:
1.  Lomba foto yang menggambarkan pengalaman kunjungan anak muda ke berbagai tempat wisata, atraksi seni dan budaya, kekayaan kuliner, atau suasana Jogja yang diunggah pada media di atas.
2.  Lomba mengunggah video wisata mereka di Jogja di youtube, sebagai alat promosi yang atraktif , dan lebih personal. Melalui promosi berbentuk video ini, diharapkan rekomendasi untuk mengunjungi Jogja dari mulut ke mulut dapat berjalan. Berikut ini adalah salah satu contoh video yang menggambarkan wisata malam di Alun-alun Kidul, Jogja yang dibuat seorang warga:

    
3.  Lomba menulis essay pengalaman berwisata ke Jogja yang harus di-share-kan ke lingkaran teman-temannya untuk menarik perhatian mereka berkunjung ke Jogja.
4.  Lomba membuat postcard  online pada web pariwisata Jogja yang kemudian setelah selesei dibuat, dikirimkan ke teman sang pembuat lewat email, FB, atau Twitter di seluruh penjuru Indonesia atau Dunia. Bagi yang beruntung akan mendapatkan kesempatan berwisata gratis berdua ke Jogja.
5.  Mengundang para blogger nasional untuk mengunjungi obyek-obyek wisata di Jogja, dan   mengenal seni dan budaya, kekayaan kuliner, serta masyarakat Jogja. Pengalaman mereka itu selanjutnya dituliskan ke dalam blog-blog mereka. Dewasa ini, blog merupakan media non mainstream yang semakin luas digunakan sebagai sarana informasi dan referensi karena sifatnya yang lebih personal, aktual, dan spesifik dalam menyajikan informasi.

Promosi melalui media cetak dengan segmen khusus anak muda atau khusus traveling, seperti di tabloid dan majalah harus dilakukan dengan pemasangan mengenai artikel wisata yang dipunyai Jogja, informasi tentang harga promosi tempat penginapan dan restoran, dan sale week produk di pusat perbelanjaan yang ada di Jogja. Insertion menarik berupa poster obyek wisata Jogja dan lembar postcard khusus yang berjudul “Postcard from Jogja” dimaksudkan untuk mengundang anak muda  menjelajahi Jogja bisa disisipkan ke dalam media cetak tersebut. Agar lebih menarik, kartupos ini bisa bergambar obyek wisata atau atraksi budaya yang terdapat di Jogja dilengkapi dengan informasi singkat tentangnya.

Gambar Grebeg Maulud yang dijadikan materi kartu pos sebagai media iklan.
Sumber: flickrhivemind.net
Bentuk penawaran menarik bagi wisatawan muda “Fun with Friends” juga dapat dibuat.  Mereka yang berkunjung ke Jogja dalam satu grup atau rombongan diberikan diskon khusus hotel, tiket masuk tempat wisata dan restoran karena anak muda umumnya mempunyai karakteristik untuk bepergian dengan teman-teman dekatnya. Apabila mereka membeli beberapa paket wisata sekaligus, misalnya paket wisata budaya, wisata peninggalan sejarah dan wisata alam, maka harga spesial juga akan diberikan kepada mereka. Cara ini dimaksudkan agar mereka tinggal lebih lama di Jogja dan mau membelanjakan uangnya lebih banyak, sehingga pada gilirannya akan menggerakkan roda perekonomian warga Jogja.   

Menjaring wisatawan muda bisa dikatakan gampang-gampang susah karena kita harus memahami keinginan mereka. Faktor rekomendasi dari teman juga turut mempengaruhi keputusan mereka untuk mengunjungi Jogja atau tidak. Namun demikian, mereka adalah pasar strategis yang membawa manfaat jangka panjang karena di masa mendatang mereka akan berkeluarga. Apabila mereka mendapatkan kesan yang baik ketika berkunjung ke Jogja, maka kelak mereka akan mengajak anggota keluarganya untuk berwisata ke Jogja.

Kerja sama antara para pelaku wisata, mulai dari Dinas Pariwisata, hotel, biro perjalanan, dan maskapai penerbangan harus dibentuk dengan solid untuk mendukung kelancaran kegiatan parawisata di Jogja. Yang tak kalah penting di sini adalah masyarakat Jogja berperan menyediakan suasana yang hangat, aman, dan nyaman sehingga para wisatawan merasa senang dan betah berkunjung ke Jogja, dan akan kembali lagi pada kesempatan lain.Bila semua komponen tersebut berfungsi dengan baik, maka tak ayal Jogja bisa menjadi tujuan wisata favorit bagi anak muda nusantara, bahkan dunia.

Referensi:

http://www.solopos.com/2012/07/18/bppi-kunjungan-wisata-ke-Jogja-urutan-ke-4-nasional-202428

http://Jogja.tribunnews.com/2012/12/04/kegiatan-budaya-tingkatkan-jumlah-wisatawan-diy/
http://travel.detik.com/read/2012/06/27/125440/1952028/1025/5-desa-wisata-di-yogya-yang-wajib-anda-kunjungi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar